Bandeng merupakan ikan yang mempunyai toleransi tinggi terhadap salinitas yaitu bisa hidup pada salinitas 0 – 35 %. Ikan ini merupakan komoditas budidaya yang banyak dikenal dan dikembangkan masyarakat. Teknologi budidaya yang relatif mudah dan tidak banyak kendala, harga relatif tinggi. Kebanyakan pembudidaya ( petani ) hanya melakukan budidaya bandeng pada tambak yang cukup luas dengan pola tradisional.
Pemanfaatan tambak – tambak yang cukup luas dimasyarakat perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan produktifitas. Penambahan PELLET sebagai makanan tambahan disamping klekap dan phytonplankton dengan menggunakan pellet dengan harapan ikan yang dibudidayakan lebih cepat besar sehingga mempercepat mengghasilkan keuntungan.
1. Persiapan lahan
Persiapan lahan merupakan faktor penting yang harus dilakukan sebelum melakukan budidaya, persiapan lahan diantaranya meliputi :
a. Pengeringan dasar harus benar kering karena tempat yang tidak bisa kering/becek diduga tempat persembunyian bibit penyakit (bakteri,virus dll) pengeringan juga memberikan kesempatan lahan untuk beristirahat, juga bahan – bahan organik yang berada dalam dasar tambak diantaranya : Amonia ( NH3 ), Nitril ( NO2 ), Asam sulfat ( H2S ) sehingga dapat teroksidasi dengan sempurna.
b. Perbaikan tanggul / pematang
Tanggul harus dipastikan kuat / tidak mudah jebol dan dipastikan tidak ada bocoran sehingga ikan yang dibudidayakan tidak hilang.
c. Pengapuran
Pengapuran dilakukan untuk menaikkan keasaman tanah ( PH ). Ada pun jenis kapur yang diberikan disesuaikan dengan nilai PH tanah.
Berikut dosis/kebutuhan dan jenis kapur yang digunakan.
PH
|
Dolomit(kg/Ha)
|
Kaptan (kg/Ha)
|
Kpaur tohor(kg/Ha)
|
< 5
|
3.250
|
3.000
|
2.250
|
5 – 5.4
|
2.700
|
2.500
|
1.870
|
5.5– 5.9
|
2.250
|
2.000
|
1.500
|
6 – 6.4
|
1.750
|
1.500
|
1.125
|
6.4-7
|
1.250
|
1.000
|
750
|
d. Pemberian bio ps
Setelah penebaran kapur dilakukan penebaran Bio PS dengan tujuan untuk membongkar bahan – bahan beracun seperti H2S didalam tanah, sebelum ditebar 2 liter Bio PS dicampur dengan air 100 liter. Kemudian ditebar secara merata kepelataran kolam, terutama pada bagian yang tidak bisa kering ditebari lebih banyak.
2. Pengisian Air
Jika kolam dianggap sudah siap 2 hari setelah penebaran Bio PS pengisian air dapat dilakukan dengan ketinggian 50 – 80 cm.
3. Pemberantasan hama
Agar ikan yang dibudidayakan bisa dengan leluasa tanpa adanya hewan / ikan sebagai penyaing mengumsumsi pakan dan oksigen juga menghindari ikan buas yang bisa memakan bibit ikan yang dibudidayakan. Pemberantasan hama dapat dilakukan dengan menggunakan saponin dengan dosis 15 – 20 ppm.
4. Pemupukan
Pemupukan diharapkan menumbuhkan makanan alami yang dibutuhkan ikan bandeng yaitu phitoplankton ( tumbuhan kecil yang melayang – layang di air ) adapun pupuk yang digunakan diantaranya kompos, urea, SP 36
5. Penebaran Bibit
Penebaran bibit bandeng ada 2 cara yaitu : penebaran langsung ada yang digelondong terlebih dahulu.
a. Penebaran langsung biasanya bibit bandeng berukuran tokolan dengan panjang 3 – 5 cm.
Cara penebarannya :
- Bibit didalam kantong plastik dimasukkan dikolam
- Buka kantong plastik dan tambahan air kantong dengan air kolam sedikit demi sedikit untuk penyesuaian kualitas air.
- Lepaskan bibit pelahan – lahan, pastikan bibit keluar sendiri.
b. Digelondongkan terlebih dahulu
- petak gelondongan biasanya terdiri dari petakan tanah seluas 2 x 5 m dengan kedalaman berkisar 50 cm. Nener dilepas digelondongan berkisar 1 – 2 minggu, benih bandeng ditebar dengan kepadatan 3 – 5 ekor/m2 pakan alaminya klekap atau lumut yang menempel didasar tambak, atau pakan alami phytoplankton.
6. Pemberian pakan tambahan
Ikan bandeng selain memakan klekap dan phytoplankton juga makanan buatan yang berbentuk pellet untuk mempercepat pertumbuhan ikan. Pakan tambahan mulai diberikan pada ikan dengan berat 80 – 100 gram dengan lama 1 – 1.5 bulan, bandeng bisa mencapai berat 200- 250 gram/ekor dan siap panen.
7. Penebaran susulan
Untuk mengefisiensi waktu pemeliharaan dengan hasil yang lebih banyak, sehingga petani mendapat keuntungan yang berlipat ganda dengan satu periode bisa dua kali panen.
Cara penebaran susulan :
Pada waktu penebaran bandeng yang pertama sudah mencapai berat 100 gram, penebaran susulan dapat dilakukan dengan memasang pembatas dari waring hitam dengan luas 5 – 10 % dari luas kolam yang ada.
8. Pasca panen
Bandeng yang sudah mencapai 200 –250 gram dapat dilakukan pemanenan. Pembatas dari waring hitam yang semula untuk pembatas tebaran awal dan tebaran kedua ditarik perlahan – lahan untuk menggiring ikan supaya terkumpul disuatu sudut supaya mudah ditangkap.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar