Jumat, 02 Januari 2015

Sinden Kondang Hiromi Kano Dari Negeri Terbitnya Mata Hari Japan Tokyo Sangat Menyukai Musik Tradisional Jawa/Sinden



Hiromi Kano namanya. Lahir di Chiba, Jepang, 31 Januari 1967. Sejak kecil ia menyukai musik. Ia belajar piano klasik sejak duduk di sekolah dasar. Tahun 1991, Hiromi adalah mahasiswa seni jurusan musik barat dan piano di Tokyo Ongaku Daigaku (Universitas Musik Tokyo).

Ketika menginjak semester akhir, Hiromi takjub ketika seorang dosennya memainkan gamelan Jawa. Sebenarnya kekagumannya tertuju pada gamelan Bali, yaitu saat masih SMA. Ketika itu ia secara tak sengaja menemukan sebuah gelombang radio yang khusus menyiarkan musik tradisional Indonesia.
“Sejak itu saya tergila-gila dengan gamelan , tapi di kampus tidak ada jurusan itu. Ketika semester akhir ada mata kuliah pilihan gamelan Jawa, saya langsung masuk kelas itu. Tidak ada gamelan Bali, gamelan Jawa juga boleh,” kata Hiromi dengan logat Jawa.
Tahun 1988 ia mengisi liburan semesterannya dengan datang ke Indonesia, khusus untuk melihat gamelan Jawa lengkap, saat ada perhelatan Pekan Wayang di Jakarta. Selama dua bulan ia keliling Jawa Tengah untuk belajar gamelan. Hiromi bahkan sempat nyantrik (belajar) nyinden antara lain   pada dalang Ki Sutarman (almarhum) dan Supadmi (sinden dan dosen Insititut Seni Indonesia, ISI, Surakarta).
“Delapan tahun setelah itu saya baru bisa kuliah di ISI dengan beasiswa Pemerintah Indonesia. Sebelumnya saya mencari beasiswa ke mana-mana, tapi selalu gagal. Orang tua tidak setuju, tapi saya nekat berangkat. Saya benar-benar jatuh cinta dengan gamelan. Piano saya tinggalkan, ” tutur Hiromi.
Tak hanya gamelan, di Jurusan Karawitan ISI Surakarta, Hiromi sekaligus  belajar beberapa seni-budaya Jawa lain, seperti sinden dan pewayangan. Secara otomatis  perempuan itu juga  belajar berbahasa Jawa.
“Di Solo saya kembali bertemu Nyi Supadmi, kemudian Nyi Sudarti dan KRT Prajanegara yang mengajari nyinden secara privat,” ujar Hiromi sambil merapikan kertas-kertas berisi jadwal pentas nyinden di meja ruang tamu rumahnya.
Ada cerita menarik mengenai kursus sinden itu. Awalnya, satu-satunya alasan Hiromi menjadi sinden adalah agar bisa diajak dalang yang mendapat tanggapan pentas. Honor dari nyinden itu digunakan untuk biaya hidup sehari-hari di Solo.
“Uang beasiswa tidak besar dan hanya untuk setahun. Saya harus mencari tambahan untuk menutup yang empat tahun. Kalau bisa nembang gending Jawa kan bisa untuk mendari uang,” kata perempuan berperawakan kecil itu.
Sinden Supadmi, menurut Hiromi, sangat berperan mempromosikan dirinya ke para dalang. Hingga akhirnya ajakan dalang Ki Purbo Asmoro merupakan pengalaman pertama Hiromi menjadi sinden profesional.  Sejak pengalaman pertama itu, Hiromi menjadi langganan nyinden oleh dalang-dalang kondang. Saat masih kuliah, Hiromi terpaksa menolak beberapa ajakan dalang, karena waktu pentas sering kali bertabrakan dengan jadwal kuliah.
“Saya tidak ingin kuliah berantakan. Saya ke Indonesia untuk kuliah. Saya malu kalau kuliah tidak selesai.”
Hiromi benar-benar mempunyai banyak waktu setelah kuliahnya rampung.  Tawaran menjadi sinden pun semakin banyak. Selama 13 tahun terakhir, ia malang melintang dari panggung ke panggung pertunjukan wayang di hampir seluruh wilayah Indonesia bersama dalang-dalang kelas satu, seperti   Anom Suroto, Manteb Soedharsono, Purbo Asmoro, Slamet Gundono (Solo), Gito Purbo Carito (Banyumas), Enthus Susmono (Tegal), Sokron Sowondo (Blitar), Suparno Wonokromo (Sumatera). Jadwal tanggapan nyinden Hiromi memang cukup padat. Dalam sebulan setidaknya ada 10 undangan pentas yang sebagian besar di luar kota Solo. Untuk bulan Juli ini, misalnya, ia hanya sekali pentas di Solo, yaitu pada 29 Juli  mendatang. Beberapa undangan lainnya datang dari luar kota, seperti Semarang, Yogyakarta, Tegal, serta sejumlah kota di Jawa Timur dan Sumatera.
Hiromi mengakui, sinden -termasuk gamelan dan pewayangan- telah menjadikan kehidupannya lebih baik. Namun kecintaan perempuan Jepang itu terhadap seni sinden kini bukan semata-mata karena uang.  Hiromi juga selektif dalam menerima tawaran pentas.
“Saya tidak mau kalau musik campursari. Bukan menyepelekan, tapi nada campursari itu diatonik, sehingga bisa merusak nada pentatonik yang masih saya pelajari,” kilahnya.
Sejurus kemudian, Hiromi melantunkan beberapa potong lirik tembang macapat Pocung, yang berisi pesan bahwa segala ilmu baru akan bisa bermanfaat jika di amalkan. Ilmu hendaknya digunakan untuk kebaikan, bukan untuk kejahatan.
Ngelmu iku kalakone kanthi laku/Lekase lawankas/
Tegese kas nyantosani/Setya budya pangekese dur angkara..

“Saya suka nadanya yang unik (pentatonik). Apalagi lirik tembangnya mengandung banyak kearifan budaya, piwulang (ajaran) tentang nilai-nilai moral. Ini kesenian Jawa yang luar biasa,” kata perempuan yang pernah tampil dalam Festival Sinden Internasional 2009 di TMII Jakarta.
Dengan belajar sinden, lanjut Hiromi, otomatis akan belajar juga mengenal dunia pewayangan, tembang-tembang macapat, gendhing dan gamelan yang menyimpan banyak falsafah kehidupan Jawa. Di rumahnya yang sederhana di kawasan Mojosongo, Solo, kini Hiromi tinggal bersama suaminya, Wiyono, yang menikahinya tahun 2002. Meski bersuamikan orang Indonesia, namun Hiromi tetap memilih kewarganegaraan Jepang. “Bagaimana pun leluhur saya ada di sana. Saya masih punya adik di Jepang, sehingga kalau sewaktu-waktu ingin menengok gampang,” kata perempuan santun dan ramah itu.

Senin, 13 Oktober 2014

Reog Ponorogo Jatil Cantik



Ponorogo - The Reyog Land | Travel Charm City Reyog Roxburgh. Ponorogo is a regency in East Java province , Indonesia . This district is located at the coordinates 111 ° 17 ' - 111 ° 52 ' E and 7 ° 49 ' - 8 ° 20 ' LS with a height between 92 to 2,563 meters above sea level and has an area of ​​1371.78 km ² . This district is located in the west of the province of East Java and the adjacent province of Central Java , or more precisely 200 km southwest of the provincial capital of East Java , Surabaya . In the year 2010 based on the results of the Population Census , the total population was 855 281 Ponorogo soul .
Ponorogo anniversary is commemorated on August 11 , because on August 11, 1496 , graduated Bathara Katong / crowned as the first duke of the Duchy of Roxburgh . In 1837 , the Duchy of Roxburgh moved from the Old City to the Central City into districts Ponorogo.Semenjak 1944 until now Ponorogo leadership has changed 16 times .
Ponorogo Reog known as the City or the Earth Reog because this region is the origin of Reog . Ponorogo is also known as Rasta City because it has a lot of boarding school , one of the famous Pondok Modern Darussalam is located in the village roommate roommate , sub Mlarak .
Every year in the month of Suro ( Muharram ) , Ponorogo hold a series of events such as a party of the people that Grebeg Suro . In this folk festival featured a wide variety of arts and traditions , among them the National Reog Festival , Rally Cross History and Heritage Carnival , and Larungan Minutes of Prayer in Lake Ngebel

Rabu, 08 Oktober 2014

Debat Islam Kristen Zakir Naik Benarkan Yesus pernah di Salib! 2 18

Dakwah Islam ~ Debat Ahmed Deedat Dari India Vs Pastor Kristen Benarkah Beeble/Injil Kitab Wahyu Bukti Nyata Jutaan Kristen Masuk Islam



“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.(Qs 21:107)
Rahmat adalah lawan kata dari Mudharat dengan segala macam bentuknya.Rahmat adalah salah satu dari sifat Allah yang sangat menonjol.Dia selalu mengedepankan sifat ini dari sifat lainnya dalam memilih, menetapkan, dan memprioritaskan semua perkara.tentang hakikat ini Allah SWT berfirman:
“Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi." Katakanlah: "Kepunyaan Allah." Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang.” (Al- An’am : 12)
Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah SWT menegaskan :”Sesungguhnya rahmat-Ku selalu mengalahkan kemurkaan-Ku.”(Shahih Bukhari,no2900)
Karna dasar kebijakan-Nya adalah rahmat, maka dia tidak semena- mena dalam menjatuhkan sanksi dan azab kepada orang- orang yang melakukan kesalahan.kalaupun harus menjatuhkan hukuman, tidak lain adalah teguran kekasih kepada yang dikasihi agar kembali kejalan yang dapat menyelamatkan hidupnya.Sifat kasih sayang tidak hanya milik Allah, tetapi juga diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
.” Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”(Qs Ali- Imran: 159).
Bahkan bukan hanya Rasul yang dibekali Allah dengan sifat ini, tetapi sahabatnya pun diberikan sifat yang sama.
-Dakwah Dalam Al- Qur’an dan Sunnah
Al- Qur’an adalah kitab yang sarat dengan nilai- nilai dakwah,ia memuat makna dakwah, keutamaan dakwah, materi dakwah, pedoman da’i dalam berdakwah, contoh-contoh dakwah para nabi, serta penjelasan tentang sunnatullah dalam dakwah.Sedangkan sunnah memuat contoh- contoh operasional dakwah yang telah diterapkan utuh oleh Rasulullah SAW.dengan dua pedoman besar ini maka kita akan menemukan makna dakwah yang rahmatan lil ‘alamin.
Berdasarkan data dari Al-Qur’an dan Hadits serta praktek Rasulullah SAW,Penulis menarik kesimpulan bahwa dakwah menurut Al-Qur’an dan Sunnah adalah,”Kegiatan mengajak, mendorong dan memotivasi orang lain berdasarkan bashirah untuk meniti jalan Allah dan Istiqomah dijalan-Nya serta berjuang bersama meninggikan agama Allah”.
Kata “mengajak, mendorong dan memotivasi” adalah kegiatan dakwah yang berada dalam ruang lingkup tabligh. Kata “bashirah” untuk menunjukkan bahwa dakwah harus dengan ilmu dan perencanaan yang baik. Kalimat “meniti jalan Allah” untuk menunjukkan tujuan dakwah, yaitu mardhotillah. Kalimat “Istiqomah di jalan-Nya” untuk menunjukkan dakwah berkesinambungan. Sedangkan kalimat “berjuang bersama meninggikan agama Allah” untuk menunjukkan bahwa dakwah bukan hanya untuk menciptakan keshalihan pribadi, tetapi juga harus menciptakan keshalihan sosial. Untuk mewujudkan masyarakat yang shalih tidak bisa dilakukan sendiri- sendiri, tetapi harus dilakukan dengan bersama- sama.
Semangat Dasar Dakwah Adalah Damai
   Sifat rahmatan lil ‘alamin bukan barang baru dalam dakwah islam. Ia merupakan sifat yang melekat dengan Islam itu sendiri yang bermakna keselamatan dan kedamaian.diantara dalil yang mempertegas pendapat ini ialah firman Allah SWT :
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”(Qs Al- Baqarah : 208).
Muhammad Rasyid Ridha menjelaskan makna ayat yang mengatakan :”…as-silm artinya adalah perdamaian dan ketundukan.ia juga bermakna kebaikan, kedamaian, dan agama Islam.Sedangkan “ Kaffah” artinya total dalam perdamaian.artinya dalam semua muatan syariatnya. Dan diantara inti pesan syariat adalah kesepakatan, perdamaian dengan sesama manusia, dan meninggalkan peperangan.Firman Allah,
” Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (Qs Mumtahanah:8).
tentang ayat ini al-Qasimi berkata,”ayat ini merupakan dispensasi dari Allah SWT untuk berkomunikasi dan berbuat baik kepada orang- orang yang tidak memusuhi dan memerangi orang- orang mukmin.ayat ini berlaku untuk semua agama dan keyakinan.Allah juga berfirman:
“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(Qs Al- Anfal: 61).
Hadits –hadits Rasulullah SAW juga memperkuat makna al- qur’an diatas, diantaranya beliau bersabda:“Wahai manusia, janganlah kalian bercita- cita untuk ketemu musuh, dan memohonlah kepada Allah kondisi yang aman, apabila kalian bertemu dengan mereka hendaklah kalian bersabar.”(HR. Bukhari)
Hadits ini menyiratkan makna bahwa tabiat dasar orang muslim bukan “predator” dan pencari musuh, mereka adalah orang- orang yang paling bergairah memanfaatkan setiap peluang perdamaian.
Potret Dakwah Rahmatan lil ‘alamin
Masih ada bukti lain tentang rahmatan lil ‘alaminnya dakwah islam.bukti paling nyata dan terjemahan hidup dari ayat dan hadits adalah praktek dakwah Rasulullah SAW.Abad ke VI dan VII merupakan abad terkelam sepanjang sejarah kemanusian.Agama, moral, politik,sosial dan sektor- sektor lainnya tidak luput dari dahsyatnya prahara kerusakan.Manusia pada abad itu ibarat orang yang tersesat di tengah malam gelap gulita,tidak tahu kemana kaki akan melangkah.Kehadiran Nabi Muhammad secara tegas dirumuskan oleh Allah untuk menebar Islam rahmatan lil ‘alamin dengan akhlak mulia.Untuk merealisasikan Visi besar ini Nabi Muhammad dibekali dengan rencana strategis yang matang dari Allah SWT.Dalam khutbahnya di arafah, Rasulullah SAW menjelaskan secara gamblang sumber ajaran islam dan isu- isu strategis yang harus menjadi perhatian serius kaum muslimin sepanjang masa.Rasulullah membekali kaum muslimin dengan dua warisan utama,Al-Qur’an dan Assunnah, untuk menjadi bekal memecahkan problematika zaman.isu persaudaraan menjadi sorotan utama Rasulullah.Selanjutnya beliau berbicara tentang urgensi melaksanakan amanah.menjelaskan bahaya sistem ekonomi ribawi, mengingatkan tentang bahaya tipuan laten manusia, syaitan, dan mengingatkan tentang hak- hak perempuan.
Isu moralitas yang berujung pada hadirnya masyarakat yang mencinta dan saling mengasihi ternyata mendominasi khutbah beliau,tidak ada kata balas dendam, caci maki terhadap lawan.pada hari itu juga setelah khutbah Wada’ Rasulullah menerima wahyu” Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.(Qs Al- Maidah: 3).
Risalah Islam yang bervisi rahmatan lil’alamin telah dinyatakan sempurna oleh Allah melalui ayat ini.dan tugas Nabi sebagai penebar rahmat juga sudah selesai.Masyarakat dibawah kepemimpinan Rasulullah sudah merasakan kehidupan yang penuh dengan semangat kasih tersebut.manusia sudah menemukan jati dirinya kembali, wanita sudah diperlakukan sesuai fitrahnya,persaudaraan dirasakan sangat kental, pemimpin politik brtindak sangat adil terhadap rakyatnya.
Mewujudkan Kembali Dakwah Islam Rahmatan Lil ‘alamin
Saat ini rumah islam yang sejuk itu sedang diterpa isu tak sedap, lantaran ada oknum didalamnya di”duga” melakukan tindakan yang bertentangan dengan visi rahmatan lil’alamin.Kita merindukan kehidupan yang mulia dibawah panji Islam yang rahmatan lil’alamin sebagaimana yang pernah dinikmati oleh pendahulu- pendahulu kita.kita tentu memiliki obsesi untuk mengembalikan manusia kepada fitrahnya yang semula, agar hewan juga merasakan kenyamanan hidup berdampingan bersama manusia.kita sangat merindukan kembalinya dunia ke poros nilai yang sebenarnya. Dan kerinduan itu akan bisa direalisasikan manakala kaum muslimin mampu menghadirkan dakwah islam yang rahmatan lil’alamin.wallahu’alam…

Dakwah Para Mualaf Manca Negara Inggris, Amerika Serikat Subtitle Indonesia



Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia. Sesuai dengan firman Allah dalam Surat al-Anbiya ayat 107 yang bunyinya, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. Islam melarang manusia berlaku semena-mena terhadap makhluk Allah, lihat saja sabda Rasulullah sebagaimana yang terdapat dalam Hadis riwayat al-Imam al-Hakim, “Siapa yang dengan sewenang-wenang membunuh burung, atau hewan lain yang lebih kecil darinya, maka Allah akan meminta pertanggungjawaban kepadanya”. Burung tersebut mempunyai hak untuk disembelih dan dimakan, bukan dibunuh dan dilempar. Sungguh begitu indahnya Islam itu bukan? Dengan hewan saja tidak boleh sewenang-wenang, apalagi dengan manusia. Bayangkan jika manusia memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran islam, maka akan sungguh indah dan damainya dunia ini.
Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, sekali lagi, terbanyak di dunia. Maka melihat keterangan di atas, seharusnya Indonesia menjadi negara yang indah, damai, dan beradab. Tapi lihat saja kenyataannya, kita tidak bisa menutup mata dan telinga dengan pemberitaan sehari-hari yang mengabarkan tentang kisah-kisah menyedihkan dan tak beradab. Mulai dari anak-anak yang melakukan pencabulan, berjudi, menghisab sabu. Remaja tawuran antar sekolah, kumpul kebo, menjadi pengedar, minum-minuman keras. Orang tua yang mencabuli anaknya sendiri, membunuh anggota keluarga sendiri, membunuh karena masalah sepele, bunuh diri, mutilasi, dan sebagainya. Sampai kepada pejabat kita yang melakukan tindak asusila, dan korupsi besar-besaran. Hampir setiap hari kejadian semacam ini keluar di pemberitaan. Sebenarnya apa yang terjadi? Di mana moral mereka? Bukankah sebagian besar dari mereka adalah muslim? Bukankah orang muslim seharusnya menjadi rahmatan lil ‘alamin?

Jika dikatakan tidak berpendidikan sepertinya tidak juga. Saya yakin kebanyakan dari mereka telah mengenyam pendidikan dasar, bahkan tidak sedikit yang sudah sarjana bahkan lebih. Lantas mengapa moral mereka bisa sebegitu hancurnya? Jawabannya adalah tidak memahami dan menjalankan ajaran islam secara kaffah. Jika mereka tahu bahwa membunuh binatang semena-mena saja dilarang oleh islam, mana mungkin sampai berani membunuh sesama manusia, apalagi sesama muslim. Jika mereka tahu bahwa islam melarang untuk mencuri dan menipu dan mereka menjalankan larangan itu, mana mungkin mereka berani melakukan korupsi. Abdullah bin Umar رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, “Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya; dan orang yang berhijrah (muhajir) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” Sudah sangat jelas bagaimana islam menjelaskan bagaimana ciri orang islam sesungguhnya.
Jika ingin merasakan Indonesia yang damai sejahtera, maka yang harus dibenahi adalah moral bangsanya, bukan sekedar pendidikan belaka. Dan pendidikan moral yang sesungguhnya, yang komplit, dan yang diperintahkan oleh pencipta manusia adalah Islam. Setiap muslim wajib untuk belajar tentang agamanya. Dengan begitu kita akan mampu menjadi khalifah sesungguhnya di bumi sesuai tujuan diciptakannya kita, yaitu menjadi rahmat bagi semesta alam. Sudah semangatkah kita untuk belajar dan mengamalkan islam? Atau kita malah lebih semangat untuk mempelajari dan mengikuti budaya Jepang atau budaya Barat dari Islam? Seberapa banyak buku Islam yang telah kita baca? Mana banyaknya dengan buku-buku selain itu?
Menurut Tafsir Ibn Katsir
Berikut ini adalah penafsiran rahmatan lil ‘alamin yang termaktub dalam Al Quran Surat Al Anbiya’ ayat 107, sebagaimana ditafsirkan secara ma’tsur oleh Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya:

وَمَآ أَرْسَلْنَـكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِّلْعَـلَمِينَ

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al Anbiya’: 107)
Di sini Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada kita bahwa Dia telah menciptakan Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Salam  sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin), artinya, Dia mengirimnya sebagai rahmat untuk semua orang. Barangsiapa menerima rahmat ini dan berterima kasih atas berkah ini, dia akan bahagia di dunia dan akhirat. Namun, barangsiapa menolak dan mengingkarinya, dunia dan akhirat akan lepas darinya, seperti yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُواْ نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّواْ قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ – جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا وَبِئْسَ الْقَرَارُ

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah (perintah-perintah dan ajaran-ajaran Allah) dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? Yaitu neraka jahannam; mereka masuk kedalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.” (QS. Ibrahim:28-29)
Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala befirman dalam Al Qur’an:

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ هُدًى وَشِفَآءٌ وَالَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ فِى ءَاذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى أُوْلَـئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍ بَعِيدٍ

“Katakanlah: “Al Quraan itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quraan itu suatu kegelapan bagi mereka (tidak memberi petunjuk bagi mereka). Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh.” (QS. Fushshilat:44)
Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya: Ibnu Abi‚ Umar telah menceritakan ke kami, Marwan Al-Fayari menceritakan ke kami, dari Yazid bin Kisan, dari Ibnu Abi Hazim bahwa Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata, bahwa telah dikatakan, “Wahai Rasulullah, berdoalah menentang kaum Musyrikin.”
Beliau berkata:

إِنِّي لَمْ أُبْعَثْ لَعَّانًا، وَإِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَة

“Saya tidak dikirim sebagai kutukan, melainkan sebagai rahmat.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim.
Imam Ahmad meriwayatkan bahwa ‘Amr bin Abi Qurrah Al-Kindi berkata: “Hudzaifah Radhiyallahu ‘Anhu ada di Al Mada’in dan dia menyebutkan sesuatu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam  telah bersabda. Hudzaifah datang ke Salman Radhiyallahu ‘Anhu dan Salman berkata: ‘Ya, Hudzaifah, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam  kadang-kadang marah dan berbicara dalam kondisi demikian, dan kadang-kadang senang dan berbicara dalam kondisi demikian. Saya tahu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam  telah menyapa kami dan berkata:

أَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي سَبَبْتُهُ (سَبَّةً) فِي غَضَبِي أَوْ لَعَنْتُهُ لَعْنَةً، فَإِنَّمَا أَنَا رَجُلٌ مِنْ وَلَدِ آدَمَ أَغْضَبُ كَمَا تَغْضَبُونَ، إِنَّمَا بَعَثَنِي اللهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ فَاجْعَلْهَا صَلَاةً عَلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَة

“Sebagian umatku telah aku cerca atau aku maki ketika aku marah – karena aku adalah salah seorang dari keturunan Adam, dan aku bisa menjadi marah seperti dirimu. Tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengirimku sebagai rahmat untuk seluruh alam, sehingga aku akan membuat itu (marahku) sebagai berkah buatnya di hari kebangkitan.”
Kisah ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Ahmad bin Yunus, dari Ya’idah. Mungkin ditanyakan: Apa bentuk rahmat yang diperoleh bagi mereka yang kafir terhadap beliau Shalallahu ‘Alaihi wa Salam . Jawabannya adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Ja’far, dari Ibn ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhu mengenai ayat ini:

وَمَآ أَرْسَلْنَـكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِّلْعَـلَمِينَ

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”
Dia berkata, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, rahmat akan ditetapkan atasnya di dunia ini dan akhirat. Barangsiapa tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, akan dilindungi dari apa yang telah menimpa bangsa-bangsa terdahulu (kemusnahan), seperti gempa bumi dan hujan batu.”
***
Berdasarkan penafsiran ayat tersebut oleh Ibnu Katsir, adakah yang menafsirkan ayat tersebut berbicara tentang toleransi?
Ustadz Muhammad Idrus Ramli,  Pengurus Lajnah Ta’lif  wan Nasyr PWNU Jawa Timur, mengatakan, “Dalam kitab-kitab Tafsir, tidak ditemukan keterkaitan makna rahmatan lil ‘alamin dengan sikap toleransi yang berlebih-lebihan dengan komunitas non-Muslim. Ini berangkat dari kenyataan bahwa rahmatan lil ‘alamin sangat erat kaitannya dengan kerasulan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yakni penyampaian ajaran Islam kepada umatnya. Maka seorang Muslim, dalam menghayati dan menerapkan pesan Islamrahmatan lil alamin tidak boleh menghilangkan misi dakwah yang dibawa oleh Islam itu sendiri. Misalnya, memberikan khutbah dalam acara kebaktian agama lain, menjaga keamanan tempat ibadah agama lain dan acara ritual agama lain, atau doa bersama lintas agama dengan alasan itu adalah “Islam rahmatan lil ‘alamin”.   Kegiatan-kegiatan semacam itu justru mengaburkan makna rahmatan lil-‘alamin yang berkaitan erat dengan misi dakwah Islam.”
http://priyayimuslim.wordpress.com/2012/12/26/tafsir-ayat-rahmatan-lil-alamin-menurut-ibnu-katsir/

Tips Mudah Budidaya Tambak Ikan Bandeng Cepat Panen



Bandeng merupakan ikan yang mempunyai toleransi tinggi terhadap salinitas yaitu bisa hidup pada salinitas 0 – 35 %. Ikan ini merupakan komoditas budidaya yang banyak dikenal dan dikembangkan masyarakat. Teknologi budidaya yang relatif mudah dan tidak banyak kendala, harga relatif tinggi. Kebanyakan pembudidaya ( petani ) hanya melakukan budidaya bandeng pada tambak yang cukup luas dengan pola tradisional.
Pemanfaatan tambak – tambak yang cukup luas dimasyarakat perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan produktifitas. Penambahan PELLET sebagai makanan tambahan disamping klekap dan phytonplankton dengan menggunakan pellet dengan harapan ikan yang dibudidayakan lebih cepat besar sehingga mempercepat mengghasilkan keuntungan.

1.      Persiapan lahan
Persiapan lahan merupakan faktor penting yang harus dilakukan sebelum melakukan budidaya, persiapan lahan diantaranya meliputi :
a.                   Pengeringan dasar harus benar kering karena tempat yang tidak bisa kering/becek diduga tempat persembunyian bibit penyakit (bakteri,virus dll) pengeringan juga memberikan kesempatan lahan untuk beristirahat, juga bahan – bahan organik yang berada dalam dasar tambak diantaranya : Amonia ( NH3 ), Nitril ( NO2 ), Asam sulfat ( H2S ) sehingga dapat teroksidasi dengan sempurna.
b.                  Perbaikan tanggul / pematang
Tanggul harus dipastikan kuat / tidak mudah jebol dan dipastikan tidak ada bocoran sehingga ikan yang dibudidayakan tidak hilang.
c.                   Pengapuran
Pengapuran dilakukan untuk menaikkan keasaman tanah ( PH ). Ada pun jenis kapur yang diberikan disesuaikan dengan nilai PH tanah.




Berikut dosis/kebutuhan dan jenis kapur yang digunakan.
PH
Dolomit(kg/Ha)
Kaptan (kg/Ha)
Kpaur tohor(kg/Ha)
< 5
3.250
3.000
2.250
5 – 5.4
2.700
2.500
1.870
5.5– 5.9
2.250
2.000
1.500
6 – 6.4
1.750
1.500
1.125
6.4-7
1.250
1.000
   750

d.                  Pemberian bio ps
Setelah penebaran kapur dilakukan penebaran Bio PS dengan tujuan untuk membongkar bahan – bahan beracun seperti H2S didalam tanah, sebelum ditebar   2 liter Bio PS dicampur dengan air 100 liter. Kemudian ditebar secara merata kepelataran kolam, terutama pada bagian yang tidak bisa kering ditebari lebih banyak.
2.      Pengisian Air
Jika kolam dianggap sudah siap 2 hari setelah penebaran Bio PS pengisian air dapat dilakukan dengan ketinggian 50 – 80 cm.
3.      Pemberantasan hama
Agar ikan yang dibudidayakan bisa dengan leluasa tanpa adanya hewan / ikan sebagai penyaing mengumsumsi pakan dan oksigen juga menghindari ikan buas yang bisa memakan bibit ikan yang dibudidayakan. Pemberantasan hama dapat dilakukan dengan menggunakan saponin dengan dosis 15 – 20 ppm.
4.      Pemupukan
Pemupukan diharapkan menumbuhkan makanan alami yang dibutuhkan ikan bandeng yaitu phitoplankton ( tumbuhan kecil yang melayang – layang di air ) adapun pupuk yang digunakan diantaranya kompos, urea, SP 36
5.      Penebaran Bibit
Penebaran bibit bandeng ada 2 cara yaitu : penebaran langsung ada yang digelondong terlebih dahulu.

a.  Penebaran langsung biasanya bibit bandeng berukuran tokolan dengan panjang 3 – 5 cm.
     Cara penebarannya :
-   Bibit didalam kantong plastik dimasukkan dikolam
-   Buka kantong plastik dan tambahan air kantong dengan air kolam sedikit demi sedikit untuk    penyesuaian kualitas air.
-   Lepaskan bibit pelahan – lahan, pastikan bibit keluar sendiri.
b.           Digelondongkan terlebih dahulu
-   petak gelondongan biasanya terdiri dari petakan tanah seluas 2 x 5 m dengan kedalaman      berkisar 50 cm. Nener dilepas digelondongan berkisar 1 – 2 minggu, benih bandeng ditebar   dengan kepadatan 3 – 5 ekor/m2 pakan alaminya klekap atau lumut yang menempel didasar   tambak, atau pakan alami phytoplankton.
6.      Pemberian pakan tambahan
Ikan bandeng selain memakan klekap dan phytoplankton juga makanan buatan yang berbentuk pellet untuk mempercepat pertumbuhan ikan. Pakan tambahan mulai diberikan pada ikan dengan berat 80 – 100 gram dengan lama 1 – 1.5 bulan, bandeng bisa mencapai berat 200- 250 gram/ekor dan siap panen.
7.      Penebaran susulan
Untuk mengefisiensi waktu pemeliharaan dengan hasil yang lebih banyak, sehingga petani mendapat keuntungan yang berlipat ganda dengan satu periode bisa dua kali panen.
Cara penebaran susulan :
Pada waktu penebaran bandeng yang pertama sudah mencapai berat 100 gram, penebaran susulan dapat dilakukan dengan memasang pembatas dari waring hitam dengan luas 5 – 10 % dari luas kolam yang ada.
8.      Pasca panen
Bandeng yang sudah mencapai 200 –250 gram dapat dilakukan pemanenan. Pembatas dari waring hitam yang semula untuk pembatas tebaran awal dan tebaran kedua ditarik perlahan – lahan untuk menggiring ikan supaya terkumpul disuatu sudut supaya mudah ditangkap.

Teknis Mudah Budidaya Udang Windu Yang Cepat Panen



Budidaya udang windu di Indonesia dimulai pada awal tahun 1980-an, dan mencapai puncak produksi pada tahun 1985-1995. Sehingga pada kurun waktu tersebut udang windu merupakan penghasil devisa terbesar pada produk perikanan. Selepas tahun 1995 produksi udang windu mulai mengalami penurunan. Hal itu disebabkan oleh penurunan mutu lingkungan dan serangan penyakit.
Jika ingin memulai bisnis Budidaya Udang Windu Air Tawaryang perlu diperhatikan tentunya lokasi budidayanya sendiri. Kita tidak boleh sembarang dalam memilih lokasi budidaya udang air tawar ini, karena nanti akan berdampak tidak maksimalnya budidaya udang kita. Oke, untuk lokasi budidaya udang windu air tawar yang dianjurkan yaitu seperti berikut ini :
  1. Tanah yang ideal untuk tambak udang adalah yang bertekstur liat atau liat berpasir, karena dapat menahan air.
  2. Tekstur tanah dasar terdiri dari lumpur liat berdebu atau lumpur berpasir, dengan kandungan pasir tidak lebih dari 20%.
  3. Jenis perairan yang dikehendaki oleh udang adalah air payau atau air tawar tergantung jenis udang yang dipelihara. Daerah yang paling cocok untuk pertambakan adalah daerah pasang surut dengan fluktuasi pasang surut 2-3 meter.
  4. Parameter fisik: suhu/temperatur=26-30 derajat C; kadar garam/salinitas=0- 35 permil dan optimal=10-30 permil; kecerahan air=25-30 cm (diukur dengan secchi disk)
  5. Parameter kimia: pH=7,5-8,5; DO=4-8 mg/liter; Amonia (NH3) <>
Untuk tambak budidaya udang windu sendiri ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar hasil budidaya bisa maksimal yaitu :
  • Tahan terhadap damparan ombak besar, angin kencang dan banjir. Jarak minimum pertambakan dari pantai adalah 50 meter atau minimum 50 meter dari bantara sungai.
  • Lingkungan tambak beserta airnya harus cukup baik untuk kehidupan udang sehingga dapat tumbuh normal sejak ditebarkan sampai dipanen.
  • Tanggul harus padat dan kuat tidak bocor atau merembes serta tahan terhadap erosi air.
  • Desain tambak harus sesuai dan mudah untuk operasi sehari-hari, sehingga menghemat tenaga.
  • Sesuai dengan daya dukung lahan yang tersedia.
  • Menjaga kebersihan dan kesehatan hasil produksinya.
  • Saluran pemasuk air terpisah dengan pembuangan air.
Lokasi budidaya udang air tawar sudah ditentukan dan syarat sudah mencukupi, selanjutnya yaitu menyiapkan benih udang windu untuk dibudidayakan. Benur/benih udang bisa didapat dari beli di tempat pembenihan (Hatchery) atau dari alam.

Di alam terdapat dua macam golongan benih udang windu (benur) menurut ukurannya, yaitu :
a) Benih yang masih halus, yang disebut post larva.
Terdapat di tepi-tepi pantai. Hidupnya bersifat pelagis, yaitu berenang dekat permukaan air. Warnanya coklat kemerahan. Panjang 9-15 mm. Cucuk kepala lurus atau sedikit melengkung seperti huruf S dengan bentuk keseluruhan seperti jet. Ekornya membentang seperti kipas.
b) Benih yang sudah besar atau benih kasar yang disebut juvenil.
Biasanya telah memasuki muara sungai atau terusan. Hidupnya bersifat benthis, yaitu suka berdiam dekat dasar perairan atau kadang menempel pada benda yang terendam air. Sungutnya berbelang-belang selangseling coklat dan putih atau putih dan hijau kebiruan. Badannya berwarna biru kehijauan atau kecoklatan sampai kehitaman. Pangkal kaki renang berbelang-belang kuning biru.
Nah, yang terakhir yaitu proses panen Udang Windu Air Tawar. Udang dipanen disebabkan karena tercapainya bobot panen (panen normal) dan karena terserang penyakit (panen emergency). Panen normal biasanya dilakukan pada umur kurang lebih 120 hari, dengan size normal rata-rata 40 – 50. Sedang panen emergency dilakukan jika udang terserang penyakit yang ganas dalam skala luas (misalnya SEMBV/bintik putih). Karena jika tidak segera dipanen, udang akan habis/mati.

Udang yang dipanen dengan syarat mutu yang baik adalah yang berukuran besar, kulit keras, bersih, licin, bersinar, alat tubuh lengkap, masih hidup dan segar. Penangkapan udang pada saat panen dapat dilakukan dengan jala tebar atau jala tarik dan diambil dengan tangan. Saat panen yang baik yaitu malam atau dini hari, agar udang tidak terkena panas sinar matahari sehingga udang yang sudah mati tidak cepat menjadi merah/rusak.

Teknis Budidaya
Budidaya udang windu meliputi beberapa faktor, yaitu :
- Syarat Teknis
  • Lokasi yang cocok untuk tambak udang yaitu pada daerah pantai yang mempunyai tanah bertekstur liat atau liat berpasir yang mudah dipadatkan sehingga mampu menahan air dan tidak mudah pecah.
  • Air yang baik yaitu air payau dengan salinitas 0-33 ppt dengan suhu optimal 26 – 300C dan bebas dari pencemaran bahan kimia berbahaya.
  •  Mempunyai saluran air masuk/inlet dan saluran air keluar/outlet yang terpisah.
  • Mudah mendapatkan sarana produksi yaitu benur, pakan, pupuk , obat-obatan dan lain-lain.
  • Pada tambak yang intensif harus tersedia aliran listrik dari PLN atau mempunyai Generator sendiri.
Tipe Budidaya.
Berdasarkan letak, biaya dan operasi pelaksanaannya, tipe budidaya dibedakan menjadi :
  • Tambak Ekstensif atau tradisional.
  • Petakan tambak biasanya di lahan pasang surut yang umumnya berupa rawa bakau. Ukuran dan bentuk petakan tidak teratur, belum meggunakan pupuk dan obat-obatan dan program pakan tidak teratur.
  • Tambak Semi Intensif.
    Lokasi tambak sudah pada daerah terbuka, bentuk petakan teratur tetapi masih berupa petakan yang luas (1-3 ha/petakan), padat penebaran masih rendah, penggunaan pakan buatan masih sedikit.
  • Tambak Intensif.
    Lokasi di daerah yang khusus untuk tambak dalam wilayah yang luas, ukuran petakan dibuat kecil untuk efisiensi pengelolaan air dan pengawasan udang, padat tebar tinggi, sudah menggunakan kincir, serta program pakan yang baik.
Benur
Benur yang baik mempunyai tingkat kehidupan (Survival Rate/SR) yang tinggi, daya adaptasi terhadap perubahan lingkungan yang tinggi, berwarna tegas/tidak pucat baik hitam maupun merah, aktif bergerak, sehat dan mempunyai alat tubuh yang lengkap. Uji kualitas benur dapat dilakukan secara sederhana, yaitu letakkan sejumlah benur dalam wadah panci atau baskom yang diberi air, aduk air dengan cukup kencang selama 1-3 menit. Benur yang baik dan sehat akan tahan terhadap adukan tersebut dengan berenang melawan arus putaran air, dan setelah arus berhenti, benur tetap aktif bergerak.
Pengolahan Lahan
Pengolahan lahan, meliputi :
  • Pengangkatan lumpur. Setiap budidaya pasti meninggalkan sisa budidaya yang berupa lumpur organik dari sisa pakan, kotoran udang dan dari udang yang mati. Kotoran tersebut harus dikeluarkan karena bersifat racun yang membahayakan udang. Pengeluaran lumpur dapat dilakukan dengan cara mekanis menggunakan cangkul atau penyedotan dengan pompa air/alkon.
  • Pembalikan Tanah. Tanah di dasar tambak perlu dibalik dengan cara dibajak atau dicangkul untuk membebaskan gas-gas beracun (H2S dan Amoniak) yang terikat pada pertikel tanah, untuk menggemburkan tanah dan membunuh bibit panyakit karena terkena sinar matahari/ultra violet.
  • Pengapuran. Bertujuan untuk menetralkan keasaman tanah dan membunuh bibit-bibit penyakit. Dilakukan dengan kapur Zeolit dan Dolomit dengan dosis masing-masing 1 ton/ha.
  • Pengeringan. Setelah tanah dikapur, biarkan hingga tanah menjadi kering dan pecah-pecah, untuk membunuh bibit penyakit.
  • Perlakuan pupuk TON (Tambak Organik Nusantara). Untuk mengembalikan kesuburan lahan serta mempercepat pertumbuhan pakan alami/plankton dan menetralkan senyawa beracun, lahan perlu diberi perlakuan TON dengan dosis 5 botol/ha untuk tambak yang masih baik atau masih baru dan 10 botol TON untuk areal tambak yang sudah rusak. Caranya masukkan sejumlah TON ke dalam air, kemudian aduk hingga larut. Siramkan secara merata ke seluruh areal lahan tambak.
Pemasukan Air
Setelah dibiarkan 3 hari, air dimasukkan ke tambak. Pemasukan air yang pertama setinggi 10-25 cm dan biarkan beberapa hari, untuk memberi kesempatan bibit-bibit plankton tumbuh setelah dipupuk dengan TON. Setelah itu air dimasukkan hingga minimal 80 cm. Perlakuan Saponen bisa dilakukan untuk membunuh ikan yang masuk ke tambak. Untuk menyuburkan plankton sebelum benur ditebar, air dikapur dengan Dolomit atau Zeolit dengan dosis 600 kg/ha.
Penebaran Benur.
Tebar benur dilakukan setelah air jadi, yaitu setelah plankton tumbuh yang ditandai dengan kecerahan air kurang lebih 30-40 cm. Penebaran benur dilakukan dengan hati-hati, karena benur masih lemah dan mudah stress pada lingkungan yang baru. Tahap penebaran benur adalah :
  • Adaptasi suhu. Plastik wadah benur direndam selama 15 30 menit, agar terjadi penyesuaian suhu antara air di kolam dan di dalam plastik.
  • Adaptasi udara. Plastik dibuka dan dilipat pada bagian ujungnya. Biarkan terbuka dan terapung selama 15 30 menit agar terjadi pertukaran udara dari udara bebas dengan udara dalam air di plastik.
  • Adaptasi kadar garam/salinitas. Dilakukan dengan cara memercikkan air tambak ke dalam plastik selama 10 menit. Tujuannya agar terjadi percampuran air yang berbeda salinitasnya, sehingga benur dapat menyesuaikan dengan salinitas air tambak.
  • Pengeluaran benur. Dilakukan dengan memasukkan sebagian ujung plastik ke air tambak. Biarkan benur keluar sendiri ke air tambak. Sisa benur yang tidak keluar sendiri, dapat dimasukkan ke tambak dengan hati-hati/perlahan.
Cara mudah budidaya udang windu
Pemeliharaan
Pada awal budidaya, sebaiknya di daerah penebaran benur disekat dengan waring atau hapa, untuk memudahkan pemberian pakan. Sekat tersebut dapat diperluas sesuai dengan perkembangan udang, setelah 1 minggu sekat dapat dibuka. Pada bulan pertama yang diperhatikan kualitas air harus selalu stabil. Penambahan atau pergantian air dilakukan dengan hati-hati karena udang masih rentan terhadap perubahan kondisi air yang drastis. Untuk menjaga kestabilan air, setiap penambahan air baru diberi perlakuan TON dengan dosis 1 – 2 botol TON/ha untuk menumbuhkan dan menyuburkan plankton serta menetralkan bahan-bahan beracun dari luar tambak.
Mulai umur 30 hari dilakukan sampling untuk mengetahui pekembanghan udang melalui pertambahan berat udang. Udang yang normal pada umur 30 hari sudah mencapai size (jumlah udang/kg) 250-300. Untuk selanjutnya sampling dilakukan tiap 7-10 hari sekali. Produksi bahan organik terlarut yang berasa dari kotoran dan sisa pakan sudah cukup tinggi, oleh karena itu sebaiknya air diberi perlakuan kapur Zeolit setiap beberapa hari sekali dengan dosis 400 kg/ha. Pada setiap pergantian atau penambahan air baru tetap diberi perlakuan TON.
Mulai umur 60 hari ke atas, yang harus diperhatikan adalah manajemen kualitas air dan kontrol terhadap kondisi udang. Setiap menunjukkkan kondisi air yang jelek (ditandai dengan warna keruh, kecerahan rendah) secepatnya dilakukan pergantian air dan perlakuan TON 1-2 botol/ha. Jika konsentrasi bahan organik dalam tambak yang semakin tinggi, menyebabkan kualitas air/lingkungan hidup udang juga semakin menurun, akibatnya udang mudah mengalami stres, yang ditandai dengan tidak mau makan, kotor dan diam di sudut-sudut tambak, yang dapat menyebabkan terjadinya kanibalisme.
Panen
Udang dipanen disebabkan karena tercapainya bobot panen (panen normal) dan karena terserang penyakit (panen emergency). Panen normal biasanya dilakukan pada umur kurang lebih 120 hari, dengan size normal rata-rata 40 – 50. Sedang panen emergency dilakukan jika udang terserang penyakit yang ganas dalam skala luas (misalnya SEMBV/bintik putih). Karena jika tidak segera dipanen, udang akan habis/mati.
Udang yang dipanen dengan syarat mutu yang baik adalah yang berukuran besar, kulit keras, bersih, licin, bersinar, alat tubuh lengkap, masih hidup dan segar. Penangkapan udang pada saat panen dapat dilakukan dengan jala tebar atau jala tarik dan diambil dengan tangan. Saat panen yang baik yaitu malam atau dini hari, agar udang tidak terkena panas sinar matahari sehingga udang yang sudah mati tidak cepat menjadi merah/rusak.
Pakan Udang
Pakan udang ada dua macam, yaitu pakan alami yang terdiri dari plankton, siput-siput kecil, cacing kecil, anak serangga dan detritus (sisa hewan dan tumbuhan yang membusuk). Pakan yang lain adalah pakan buatan berupa pelet. Pada budidaya yang semi intensif apalagi intensif, pakan buatan sangat diperlukan. Karena dengan padat penebaran yang tinggi, pakan alami yang ada tidak akan cukup yang mengakibatkan pertumbuhan udang terhambat dan akan timbul sifat kanibalisme udang.
Pelet udang dibedakan dengan penomoran yang berbeda sesuai dengan pertumbuhan udang yang normal.
  1.     Umur 1-10 hari pakan 01
  2.     Umur 11-15 hari campuran 01 dengan 02
  3.     Umur 16-30 hari pakan 02
  4.     Umur 30-35 campuran 02 dengan 03
  5.     Umur 36-50 hari pakan 03
  6.     Umur 51-55 campuran 03 dengan 04 atau 04S. (jika memakai 04S, diberikan hingga umur 70 hari).
  7.     Umur 55 hingga panen pakan 04, jika pada umur 85 hari size rata-rata mencapai 50, digunakan pakan 05 hingga panen.
Kebutuhan pakan awal untuk setiap 100.000 ekor adalah 1 kg, selanjutnya tiap 7 hari sekali ditambah 1 kg hingga umur 30 hari. Mulai umur tersebut dilakukan cek ancho dengan jumlah pakan di ancho 10% dari pakan yang diberikan. Waktu angkat ancho untuk size 1000-166 adalah 3 jam, size 166-66 adalah 2,5 jam, size 66-40 adalah 2,5 jam dan kurang dari 40 adalah 1,5 jam dari pemberian.
Untuk meningkatkan pertumbuhan udang, perlu penambahan nutrisi lengkap dalam pakan. Untuk itu, pakan harus dicampur dengan VITERNA Plus dan POC NASA yang mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin dengan dosis 5 cc/kg pakan untuk umur dibwah 60 hari dan setelah itu 10 cc/kg pakan hingga panen.
Penyakit
Beberapa penyakit yang sering menyerang udang adalah :
  • Bintik Putih
    Penyakit inilah yang menjadi penyebab sebagian besar kegagalan budidaya udang. Disebabkan oleh infeksi virus SEMBV (Systemic Ectodermal Mesodermal Baculo Virus). Serangannya sangat cepat, dalam beberapa jam saja seluruh populasi udang dalam satu kolam dapat mati. Gejalanya : jika udang masih hidup, berenang tidak teratur di permukaan dan jika menabrak tanggul langsung mati, adanya bintik putih di cangkang (Carapace), sangat peka terhadap perubahan lingkungan. Virus dapat berkembang biak dan menyebar lewat inang, yaitu kepiting dan udang liar, terutama udang putih. Belum ada obat untuk penyakit ini, cara mengatasinya adalah dengan diusahakan agar tidak ada kepiting dan udang-udang liar masuk ke kolam budidaya. Kestabilan ekosistem tambak juga harus dijaga agar udang tidak stress dan daya tahan tinggi. Sehingga walaupun telah terinfeksi virus, udang tetap mampu hidup sampai cukup besar untuk dipanen. Untuk menjaga kestabilan ekosistem tambak tersebut tambak perlu dipupuk dengan TON.
  • Bintik Hitam/Black Spot
    Disebabkan oleh virus Monodon Baculo Virus (MBV). Tanda yang nampak yaitu terdapat bintik-bintik hitam di cangkang dan biasanya diikuti dengan infeksi bakteri, sehingga gejala lain yang tampak yaitu adanya kerusakan alat tubuh udang. Cara mencegah : dengan selalu menjaga kualitas air dan kebersihan dasar tambak.
  • Kotoran Putih/mencret
    Disebabkan oleh tingginya konsentrasi kotoran dan gas amoniak dalam tambak. Gejala : mudah dilihat, yaitu adanya kotoran putih di daerah pojok tambak (sesuai arah angin), juga diikuti dengan penurunan nafsu makan sehingga dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kematian. Cara mencegah : jaga kualitas air dan dilakukan pengeluaran kotoran dasar tambak/siphon secara rutin.
  • Insang Merah
    Ditandai dengan terbentuknya warna merah pada insang. Disebabkan tingginya keasaman air tambak, sehingga cara mengatasinya dengan penebaran kapur pada kolam budidaya. Pengolahan lahan juga harus ditingkatkan kualitasnya.
  • Nekrosis
    Disebabkan oleh tingginya konsentrasi bakteri dalam air tambak. Gejala yang nampak yaitu adanya kerusakan/luka yang berwarna hitam pada alat tubuh, terutama pada ekor. Cara mengatasinya adalah dengan penggantian air sebanyak-banyaknya ditambah perlakuan TON 1-2 botol/ha, sedangkan pada udang dirangsang untuk segera melakukan ganti kulit (Molting) dengan pemberian saponen atau dengan pengapuran.
Penyakit pada udang sebagian besar disebabkan oleh penurunan kualitas kolam budidaya. Oleh karena itu perlakuan TON sangat diperlukan baik pada saat pengolahan lahan maupun saat pemasukan air baru.