Rabu, 08 Oktober 2014

Dakwah Islam ~ Debat Ahmed Deedat Dari India Vs Pastor Kristen Benarkah Beeble/Injil Kitab Wahyu Bukti Nyata Jutaan Kristen Masuk Islam



“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.(Qs 21:107)
Rahmat adalah lawan kata dari Mudharat dengan segala macam bentuknya.Rahmat adalah salah satu dari sifat Allah yang sangat menonjol.Dia selalu mengedepankan sifat ini dari sifat lainnya dalam memilih, menetapkan, dan memprioritaskan semua perkara.tentang hakikat ini Allah SWT berfirman:
“Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi." Katakanlah: "Kepunyaan Allah." Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang.” (Al- An’am : 12)
Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah SWT menegaskan :”Sesungguhnya rahmat-Ku selalu mengalahkan kemurkaan-Ku.”(Shahih Bukhari,no2900)
Karna dasar kebijakan-Nya adalah rahmat, maka dia tidak semena- mena dalam menjatuhkan sanksi dan azab kepada orang- orang yang melakukan kesalahan.kalaupun harus menjatuhkan hukuman, tidak lain adalah teguran kekasih kepada yang dikasihi agar kembali kejalan yang dapat menyelamatkan hidupnya.Sifat kasih sayang tidak hanya milik Allah, tetapi juga diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
.” Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”(Qs Ali- Imran: 159).
Bahkan bukan hanya Rasul yang dibekali Allah dengan sifat ini, tetapi sahabatnya pun diberikan sifat yang sama.
-Dakwah Dalam Al- Qur’an dan Sunnah
Al- Qur’an adalah kitab yang sarat dengan nilai- nilai dakwah,ia memuat makna dakwah, keutamaan dakwah, materi dakwah, pedoman da’i dalam berdakwah, contoh-contoh dakwah para nabi, serta penjelasan tentang sunnatullah dalam dakwah.Sedangkan sunnah memuat contoh- contoh operasional dakwah yang telah diterapkan utuh oleh Rasulullah SAW.dengan dua pedoman besar ini maka kita akan menemukan makna dakwah yang rahmatan lil ‘alamin.
Berdasarkan data dari Al-Qur’an dan Hadits serta praktek Rasulullah SAW,Penulis menarik kesimpulan bahwa dakwah menurut Al-Qur’an dan Sunnah adalah,”Kegiatan mengajak, mendorong dan memotivasi orang lain berdasarkan bashirah untuk meniti jalan Allah dan Istiqomah dijalan-Nya serta berjuang bersama meninggikan agama Allah”.
Kata “mengajak, mendorong dan memotivasi” adalah kegiatan dakwah yang berada dalam ruang lingkup tabligh. Kata “bashirah” untuk menunjukkan bahwa dakwah harus dengan ilmu dan perencanaan yang baik. Kalimat “meniti jalan Allah” untuk menunjukkan tujuan dakwah, yaitu mardhotillah. Kalimat “Istiqomah di jalan-Nya” untuk menunjukkan dakwah berkesinambungan. Sedangkan kalimat “berjuang bersama meninggikan agama Allah” untuk menunjukkan bahwa dakwah bukan hanya untuk menciptakan keshalihan pribadi, tetapi juga harus menciptakan keshalihan sosial. Untuk mewujudkan masyarakat yang shalih tidak bisa dilakukan sendiri- sendiri, tetapi harus dilakukan dengan bersama- sama.
Semangat Dasar Dakwah Adalah Damai
   Sifat rahmatan lil ‘alamin bukan barang baru dalam dakwah islam. Ia merupakan sifat yang melekat dengan Islam itu sendiri yang bermakna keselamatan dan kedamaian.diantara dalil yang mempertegas pendapat ini ialah firman Allah SWT :
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”(Qs Al- Baqarah : 208).
Muhammad Rasyid Ridha menjelaskan makna ayat yang mengatakan :”…as-silm artinya adalah perdamaian dan ketundukan.ia juga bermakna kebaikan, kedamaian, dan agama Islam.Sedangkan “ Kaffah” artinya total dalam perdamaian.artinya dalam semua muatan syariatnya. Dan diantara inti pesan syariat adalah kesepakatan, perdamaian dengan sesama manusia, dan meninggalkan peperangan.Firman Allah,
” Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (Qs Mumtahanah:8).
tentang ayat ini al-Qasimi berkata,”ayat ini merupakan dispensasi dari Allah SWT untuk berkomunikasi dan berbuat baik kepada orang- orang yang tidak memusuhi dan memerangi orang- orang mukmin.ayat ini berlaku untuk semua agama dan keyakinan.Allah juga berfirman:
“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(Qs Al- Anfal: 61).
Hadits –hadits Rasulullah SAW juga memperkuat makna al- qur’an diatas, diantaranya beliau bersabda:“Wahai manusia, janganlah kalian bercita- cita untuk ketemu musuh, dan memohonlah kepada Allah kondisi yang aman, apabila kalian bertemu dengan mereka hendaklah kalian bersabar.”(HR. Bukhari)
Hadits ini menyiratkan makna bahwa tabiat dasar orang muslim bukan “predator” dan pencari musuh, mereka adalah orang- orang yang paling bergairah memanfaatkan setiap peluang perdamaian.
Potret Dakwah Rahmatan lil ‘alamin
Masih ada bukti lain tentang rahmatan lil ‘alaminnya dakwah islam.bukti paling nyata dan terjemahan hidup dari ayat dan hadits adalah praktek dakwah Rasulullah SAW.Abad ke VI dan VII merupakan abad terkelam sepanjang sejarah kemanusian.Agama, moral, politik,sosial dan sektor- sektor lainnya tidak luput dari dahsyatnya prahara kerusakan.Manusia pada abad itu ibarat orang yang tersesat di tengah malam gelap gulita,tidak tahu kemana kaki akan melangkah.Kehadiran Nabi Muhammad secara tegas dirumuskan oleh Allah untuk menebar Islam rahmatan lil ‘alamin dengan akhlak mulia.Untuk merealisasikan Visi besar ini Nabi Muhammad dibekali dengan rencana strategis yang matang dari Allah SWT.Dalam khutbahnya di arafah, Rasulullah SAW menjelaskan secara gamblang sumber ajaran islam dan isu- isu strategis yang harus menjadi perhatian serius kaum muslimin sepanjang masa.Rasulullah membekali kaum muslimin dengan dua warisan utama,Al-Qur’an dan Assunnah, untuk menjadi bekal memecahkan problematika zaman.isu persaudaraan menjadi sorotan utama Rasulullah.Selanjutnya beliau berbicara tentang urgensi melaksanakan amanah.menjelaskan bahaya sistem ekonomi ribawi, mengingatkan tentang bahaya tipuan laten manusia, syaitan, dan mengingatkan tentang hak- hak perempuan.
Isu moralitas yang berujung pada hadirnya masyarakat yang mencinta dan saling mengasihi ternyata mendominasi khutbah beliau,tidak ada kata balas dendam, caci maki terhadap lawan.pada hari itu juga setelah khutbah Wada’ Rasulullah menerima wahyu” Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.(Qs Al- Maidah: 3).
Risalah Islam yang bervisi rahmatan lil’alamin telah dinyatakan sempurna oleh Allah melalui ayat ini.dan tugas Nabi sebagai penebar rahmat juga sudah selesai.Masyarakat dibawah kepemimpinan Rasulullah sudah merasakan kehidupan yang penuh dengan semangat kasih tersebut.manusia sudah menemukan jati dirinya kembali, wanita sudah diperlakukan sesuai fitrahnya,persaudaraan dirasakan sangat kental, pemimpin politik brtindak sangat adil terhadap rakyatnya.
Mewujudkan Kembali Dakwah Islam Rahmatan Lil ‘alamin
Saat ini rumah islam yang sejuk itu sedang diterpa isu tak sedap, lantaran ada oknum didalamnya di”duga” melakukan tindakan yang bertentangan dengan visi rahmatan lil’alamin.Kita merindukan kehidupan yang mulia dibawah panji Islam yang rahmatan lil’alamin sebagaimana yang pernah dinikmati oleh pendahulu- pendahulu kita.kita tentu memiliki obsesi untuk mengembalikan manusia kepada fitrahnya yang semula, agar hewan juga merasakan kenyamanan hidup berdampingan bersama manusia.kita sangat merindukan kembalinya dunia ke poros nilai yang sebenarnya. Dan kerinduan itu akan bisa direalisasikan manakala kaum muslimin mampu menghadirkan dakwah islam yang rahmatan lil’alamin.wallahu’alam…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar